Bauran Pemasaran
Nama :
Novia Rahma Akbarya
NIM :
180321100110
Kelas :
D
Bauran Harga (Price)
1.
Konsep Penetapan
Harga
Penetapan harga atau pricing, seperti istilah yang digunakan dalam
ekonomi dan keuangan, adalah tindakan untuk menetapkan nilai suatu produk atau
layanan. Dengan kata lain, pricing terjadi ketika bisnis memutuskan berapa
banyak pelanggan harus membayar untuk suatu produk atau layanan. Saat
menetapkan biaya produk dan layanan, hal berikut harus dipertimbangkan :
a. Identitas barang dan jasa
b.
Biaya barang dan jasa serupa di pasar
c.
Audiens sasaran untuk siapa barang dan jasa diproduksi
d. Total biaya produksi (bahan baku, biaya tenaga kerja, biaya mesin,
transit, biaya persediaan, dll)
e.
Elemen eksternal seperti aturan dan regulasi pemerintah, kebijakan,
ekonomi, dll.
2. Tujuan Penetapan Harga yaitu :
a.
Penguasaan pasar
Perusahaan memberlakukan angka rendah
untuk barang dan jasa untuk mendapatkan ukuran pasar yang besar. Teknik ini
membantu meningkatkan penjualan dengan meningkatkan permintaan dan menurunkan
biaya produksi.
b. Pasar untuk ide inovatif
Di sini, perusahaan menetapkan harga
tinggi untuk produk dan layanan mereka yang sangat inovatif dan menggunakan
teknologi mutakhir. Harganya tinggi karena biaya produksi yang tinggi. Ponsel,
gadget elektronik adalah beberapa contohnya.
3. Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Penetapan Harga
A. Faktor Internal
Yang termasuk kedalam
faktor internal yaitu diantaranya seperti sasaran perusahaan, strategi bauran
pemasaran, dan pertimbangan organisasi. Factor internal lainnya yang
mempengaruhi keputusan penetapan harga yaitu keseluruhan strategi pemasaran perusahaan,
tujuan, bauran, dan organisasi penetapan harga. Harga hanya salah satu elemen
dari strategi pemasaran perusahaan yang lebih luas, bila perusahaan
memilih pasar sasaran dan positioning secara cermat, maka bauran pemasarannya,
termasuk harga, akan mengikutinya. Beberapa perusahaan memposisikan produk
mereka terhadap harga dan kemudian menyesuaikan keputusan bauran pemasaran lain
terhadap harga yang ingin mereka kenakan. Perusahaan lain tidak menekankan
harga dan menggunakan bauran pemasaran lain untuk menciptakan posisi nonharga
mereka.
B. Faktor Eksternal
Yang termasuk kedalam faktor eksternal
yaitu seperti pasar dan permintaan, persaingan dan lingkungan. Faktor eksternal
lainnya dalam pertimbangan penetapan harga yaitu kondisi alamiah pasar dan permintaan,
strategi dan harga pesaing, dan faktor lingkungan seperti ekonomi, kebutuhan
penyalur, dan tindakan pemerintah. Kebebasan penetapan harga oleh penjual
bervariasi untuk setiap jenis pasar, pada akhirnya pelanggan memutuskan apakah
perusahaan telah menetapkan harga dengan benar. Pelanggan menimbang antara
harga terhadap nilai anggapan untuk menggunakan produk apabila harga melebihi
jumlah nilai, pelanggan tidak akan membelinya. Sehingga perusahaan harus
memahami konsep seperti kurva permintaaan (hubungan harga-permintaan) dan
elastisitas harga (sensitivitas konsumen terhadap harga). Konsumen juga
membandingkan harga suatu produk dengan harga produk pesaingnya, oleh karena
itu sebuah perusahaan harus mempelajari nilai pelanggan dan harga dari tawaran
pesaing.
4. Metode Penetapan Harga
· Jenis Metode Penetapan Harga :
a. Metode Penetapan Harga Berorientasi
Biaya
Ini adalah dasar untuk mengevaluasi harga barang
jadi, dan sebagian besar perusahaan menerapkan metode ini untuk menghitung
harga pokok produk. Cara ini dibagi lagi menjadi cara-cara berikut.
ü Cost-Plus Pricing – Dalam penetapan
harga ini, pabrikan menghitung biaya produksi yang dipertahankan dan memasukkan
persentase tetap (juga dikenal sebagai mark up) untuk mendapatkan harga jual.
Peningkatan keuntungan dievaluasi pada biaya total (biaya tetap dan
variabel).
ü Markup Pricing– Di sini, jumlah tetap atau
persentase dari total biaya suatu produk ditambahkan ke harga akhir produk
untuk mendapatkan harga jual suatu produk.
ü Target-Returning Pricing– Perusahaan
atau firma menetapkan biaya produk untuk mencapai Tingkat Pengembalian
Investasi.
b. Metode Penetapan Harga Berorientasi
Pasar
Di bawah kategori
ini, ditentukan berdasarkan riset pasar
ü Perceived-Value Pricing
Dalam metode ini,
produsen menetapkan biaya dengan mempertimbangkan pendekatan pelanggan terhadap
barang dan jasa, termasuk elemen lain seperti kualitas produk, iklan, promosi,
distribusi, dll. Yang memengaruhi sudut pandang pelanggan.
ü Value pricing
Di sini, perusahaan
menghasilkan produk yang berkualitas tinggi tetapi harga rendah.
ü Going-Rate Pricing
Dalam metode ini,
perusahaan meninjau tarif pesaing sebagai dasar dalam menentukan tarif produk
mereka. Biasanya cost produknya kurang lebih sama dengan kompetitor.
ü Auction Type Pricing
Dengan lebih banyak penggunaan
internet, metode penetapan harga kontemporer ini berkembang dari hari ke hari.
Banyak platform online seperti OLX, Quickr, eBay, dll. Menggunakan situs online
untuk membeli dan menjual produk ke pelanggan.
5. Memonitor Fluktuasi Harga, Produk,
dan Kebijakan Distribusi untuk Kebutuhan Perusahaan
Sudah bukan menjadi hal yang
mengherankan jika harga di pasar komoditas memiliki tingkat fluktuasi yang
tinggi. Hal ini dapat menjadi risiko tersendiri bagi para pelakunya ketika akan
menjual atau membeli komoditas yang diinginkan. Akan tetapi, jika cermat dalam
membaca kebutuhan pasar, termasuk jumlah permintaan dan penawaran yang ada,
berdagang di pasar komoditas dapat menjadi aktivitas yang mendatangkan
keuntungan besar. Oleh karena itu, menjadi pedagang di pasar komoditas dapat
menjanjikan untung tinggi, namun juga tidak bisa lepas dari risiko kerugiannya.
Jadi sangat penting untuk melihat perkembangan harga pada suatu produk.
Resume Studi Kasus
Judul Jurnal : Pengaruh Bauran Pemasaran (Marketing
Mix) terhadap Pengambilan Keputusan Menginap di The Sun Hotel Madiun
Volume Jurnal : Ephicheirisi. Volume 2 Nomor 1
Tahun 2018
Pembahasan : Koefisien regresi variabel harga sebesar 0,080 berarti bahwa apabila variabel harga bertambah satu satuan maka variabel keputusan konsumen akan meningkat sebesar 0,080 satuan, dengan asumsi variabel independen lainnya bernilai nol atau konstan. Berdasarkan hasil pengujian diperoleh nilai t untuk variabel harga menunjukkan nilai t = 2,701 dengan nilai signifikansi sebesar 0,008 < 0,05. Dengan nilai signifikansi dibawah 0,05 tersebut menunjukkan bahwa harga memiliki pengaruh yang signifikan terhadap keputusan konsumen. Arah koefisien regresi positif berarti bahwa harga memiliki pengaruh positif yang signifikan terhadap keputusan konsumen. Semakin menarik harga yang ditawarkan, semakin besar pula keputusan konsumen untuk memilih menginap di The Sun Hotel Madiun. Hal ini berarti menunjukkan bahwa H2 dapat diterima. Sehingga teori Lupiyaodi (2013:95), strategi penentuan harga adalah penting juga sesuai teori Buttle (1995:235), Kotler dan Amstrong (2001:439). Penelitian ini juga mendukung penelitian Wijayanto (2015), K, Nasar K dan K, Manoj P (2015) dan penelitian yang dilakukan Devina, dan Andreani (2006) bahwa harga berpengaruh signifikan terhadap keputusan pembelian.
Komentar
Posting Komentar